Pemberdayaan Masyarakat melalui Perintisan Kampung Pramuka di Dukuh Widari, Limbangan, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Kampung Pramuka, Asset Based Communities Development (ABCD)Abstract
Kampung Pramuka merupakan salah satu program pokok dari Komisi Pengabdian Masyarakat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang ditujukan untuk memberdayakan kampung, sehingga dapat berfungsi sebagai wadah peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Kampung Pramuka, dijadikan satu program prokok oleh Komisi Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 sebagai wadah bagi anggota pramuka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana diketahui, Kampung Pramuka merupakan salah satu program pokok prioritas dan kegiatan prioritas dari Revitalisasi Pengabdian Masyarakat Gerakan Pramuka sebagaimana arah dan kebijakan strategis Kwartir Nasional Gerakan Pramuka saat ini. Rintisan Kampung Pramuka Widari merupakan wilayah Desa Limbangan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan yang diusulkan untuk dapat menjadi Kampung Pramuka. Rintisan Kampung Pramuka Widari menjadi salah satu lokasi yang diusulkan karena adanya pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan Gerakan Pramuka. Tujuan didirikannya kampung Pramuka Widari sebagai perwujudan kegiatan kepramukaan yang berbasis masyarakat, dimana kegiatan yang dilaksanakan mencerminkan perilaku taat Tri Satya dan Dasa Darma. Baik dilaksanakan dalam balutan kegiatan Pramuka maupun kegiatan keseharian yang melibatkan anggota Gerakan Pramuka di wilayah Widari khususnya maupun pramuka pada umumnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengawal perintisan Kampung Pramuka di di Dukuh Widari, Limbangan, Karanganyar dan mendampingi proses pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi di Dukuh Widari, Limbangan, Karanganyar. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan model Asset Based Communities Development (ABCD) yakni model pendekatan yang bertujuan untuk melakukan perubahan di masyarakat. Beberapa langkah-langkah dalam pelaksanaanya, yaitu Discovery (Pengkajian), Dream (Impian), Design (Prosedur), Define (Pemantapan Tujuan) dan Destiny (Self Determination). Ke lima proses itulah yang menjadi acuan dalam melakukan pemberdayaan berbasis aset. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah telah dirintisnya Kampung Pramuka di Dukuh Widari, Limbangan, Karanganyar. Dengan melakukan tahapan proses studi pendahuluan dan identifikasi terhadap aset dan potensi yang dimiliki. Kemudian dikomunikasikan kepada Kepala Dukuh Widari bahwa tim pengabdian bermaksud menjadikan dukuh Widari menjadi Kampung Pramuka. Pada tahapan lanjutan dilaksanakan FGD dan diperkuat dengan ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) antara Gerakan Pramuka UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan Kepala Dukuh Widari. Untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Dukuh Widari, Limbangan, Karanganyar yaitu dengan melaksanakan penguatan kapasitas komunitas kopi yaitu dengan mengadakan kegiatan workshop atau pelatihan pengolahan kopi. Dalam kegiatan workshop tersebut komunitas kopi mendapatkan pelatihan pengolahan tanaman kopi menjadi olahan kopi yang lebih baik. Mengolah biji kopi menjadi kopi tumbuk atau kopi bubuk khas dukuh Widari.Downloads
References
Abdimas Kwarnas. (n.d.). Cermati lima tahapan pembentukan Kampung Pramuka berikut ini. https://abdimaskwarnas.id/cermati-lima-tahapan-pembentukan-kampung-pramuka-berikut-ini
Abdimas Kwarnas. (n.d.). Program pokok Kampung Pramuka: Penentuan basis, kriteria, dan kategorinya. https://abdimaskwarnas.id/program-pokok-kampung-pramuka-penentuan-basis-kriteria-dan-kategorinya/
Adi, I. R. (2001). Pemberdayaan, pengembangan masyarakat dan intervensi komunitas (Pengantar pada pemikiran dan pendekatan praktis). Lembaga Penerbit FE-UI.
Afandi, A., et al. (2022). Metodologi pengabdian masyarakat. Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Chambers, R. (1995). Participatory rural appraisal: Memahami desa secara partisipatif. Oxfam & Kanisius.
Cook, S., & Macaulay, S. (1997). Perfect empowerment (Pemberdayaan yang tepat) (P. Tyas R., Trans.). PT Elex Media Komputindo.
Copestake, J. G., & Remnant, F. (2013). Scouting and development: A review of the literature. https://assets.publishing.service.gov.uk/media/57a08f26ed915d622c000615/Scouting_and_Development_A_Review_of_the_Literature.pdf
Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusifitas dan pemberdayaan masyarakat. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 3(2), 35. https://doi.org/10.24198/jsg.v3i2.21267
Fear, F. A., & Schwarzweller, H. K. (1985). Research in rural sociology and development. Jai Press Inc.
Hamisi, F., Panigoro, M., Bahsoan, A., Moonti, U., & Hasiru, R. (2023). Pengaruh pemberdayaan pemuda terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Ilomangga Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 10401–10415. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i5.6122
Indonesian Scout Movement. (n.d.). Scout village. https://www.pramukaindonesia.org/program/gerakan-scouting-pedesaan/scout-village/
International Organization for Migration. (2018). Scout village programme. https://www.iom.int/scout-village-programme
Kidd, C., & van der Merwe, P. (2014). Scouting and sustainable development: The impact of the scout movement in Tanzania. International Journal of Sustainable Development & World Ecology, 21(4), 307–315.
Kwartir Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. (n.d.). Kampung Pramuka. https://pramukadiy.or.id/kampung-pramuka
Maulana Satria Aji, & Yudianto, G. P. (2020). Pemberdayaan masyarakat “Kampung KB” ditinjau dari perspektif Ottawa Charter. Jurnal PROMKES, 8(2), 206–218. https://doi.org/10.20473/jpk.v8.i2.2020.206-218
Ministry of Education and Culture, Republic of Indonesia. (2016). Model scout village for developing rural community. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000243421
Narayan, D. (2002). Empowerment and poverty reduction: A sourcebook. World Bank.
Nicholas, C., Eastman-Mueller, H., & Barbich, N. (2019). Empowering change agents: Youth organising groups as sites for sociopolitical development. American Journal of Community Psychology, 63(1–2), 46–60. https://doi.org/10.1002/ajcp.12315
Novitasari, N. (2020). Pemberdayaan masyarakat sebagai upaya menciptakan generasi muda berdaya literasi pada Kampung Sinau Kota Malang. Jurnal AKRAB, 11(2), 30–41. https://doi.org/10.51495/jurnalakrab.v11i02.348
Robbins, S. P., Chatterjee, P., & Canda, E. R. (1998). Contemporary human behaviour theory: A critical perspective for social work. Allyn & Bacon.
Salahuddin, N., et al. (2015). Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya: Asset-based community-driven development (ABCD). LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sapitri, M., Hasibuan, N., & Harahap, D. (2023). Pengembangan konsep dan model Kampung Pramuka. 1(1), 89–98.
Sudibyadnyana, P., & Sintaasih, D. K. (2017). Pengaruh kepemimpinan transformasional dan pemberdayaan terhadap kepuasan kerja pegawai. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 7(1), 56. https://doi.org/10.24843/ejmunud.2018.v7.i01.p03
Sumodiningrat, G. (1997). Pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Bina Rena Pariwara.
Surat Keputusan Nomor 022 Tahun 2022 tentang Pedoman Kampung Pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tito. (2023, December 26). Energi sosial budaya dan lokalitas: Titik fokus konsep pemberdayaan. http://www.pemberdayaan.com
World Organisation of the Scout Movement. (1995). Better world framework. https://www.scout.org/betterworld
World Organisation of the Scout Movement. (n.d.). The scout method. https://www.scout.org/scout-method
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rajangbasa: Journal of Community Service and Engagement

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Terms
Authors retain the copyright of their articles and grant the journal the right to publish them first.
All published articles are licensed under the Creative Commons Attribution–ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).
This license allows others to use, share, and adapt the work, as long as proper credit is given to the author(s) and the journal, and any derivative works are shared under the same license.
The journal provides open access to all published content.




